Sinergi Kemenkeu dan BI Diyakini Pulihkan Kepercayaan Pasar ke Rupiah

0
56
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa seusai menghadiri pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Istimewa)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang sangat kuat dan solid.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan tertutup bersama pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026).

Pertemuan strategis itu dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Di tengah fluktuasi nilai tukar, Menkeu memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga berkat pengelolaan APBN yang pruden dan disiplin.

“Dari pertemuan APBN Kita kemarin terlihat bahwa fundamental ekonomi kita baik. Fiskal juga dalam kondisi sangat baik jika dilihat dari berbagai indikator,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengoptimalkan instrumen fiskal untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Dalam menghadapi tekanan nilai tukar, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta memulihkan kepercayaan pasar.

“Kami akan terus meningkatkan koordinasi dengan bank sentral agar kebijakan semakin selaras, sehingga dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih signifikan. Dengan kebijakan yang sinkron, kepercayaan pasar terhadap rupiah diharapkan kembali menguat,” jelasnya.

Purbaya juga optimistis bahwa stabilisasi nilai tukar rupiah akan berdampak langsung pada pengendalian harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Dengan kebijakan yang tepat, rupiah akan lebih stabil. Hal ini akan membantu para pelaku usaha hingga ibu rumah tangga dalam mendapatkan harga yang lebih terjangkau dan tidak terbebani oleh kenaikan biaya hidup,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter tidak hanya penting pada level makro, tetapi juga akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat mikro.

“Sinkronisasi kebijakan ini sangat baik bagi perekonomian kita, baik di level makro maupun mikro ke depan,” tutupnya.