(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis budaya melalui promosi, pemasaran, serta perluasan akses pasar bagi produk wastra dan kriya Nusantara. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional sekaligus memperkuat posisi produk lokal Indonesia di pasar global.
Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Loemongga Kartasasmita, mengatakan bahwa wastra Nusantara memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya tren fesyen berkelanjutan atau slow fashion di berbagai negara.
“Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang berkelanjutan, wastra Nusantara menawarkan keunikan, kualitas, dan nilai budaya yang tidak dapat digantikan oleh produk massal. Selain itu, industri kriya Indonesia juga memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional dan semakin mendapat apresiasi di pasar global,” ujar Loemongga saat membuka Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 di Jakarta, Selasa (9/6).
Menurutnya, sebagian besar produk wastra Indonesia masih diproduksi menggunakan teknik tradisional dengan bahan alami yang ramah lingkungan. Meski membutuhkan waktu produksi yang relatif panjang, produk wastra memiliki kualitas tinggi, daya tahan kuat, dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tidak hanya wastra, sektor kriya juga menunjukkan performa positif. Data Kemenperin mencatat nilai ekspor industri kerajinan pada triwulan I tahun 2026 mencapai USD165,27 juta atau tumbuh 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk kriya Indonesia semakin diterima dan memiliki posisi yang kuat di pasar internasional,” kata Loemongga.
Sebagai upaya memperkuat daya saing IKM berbasis budaya, Kemenperin bersama Dekranas menggelar Pameran Swarna Wastra Nusantara 2026 bertema “Tenun dan Produk Kriya Lintas Zaman”. Pameran yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 di Plasa Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Dekranas ke-46.
Tema yang diangkat menggambarkan kolaborasi antara tradisi dan inovasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menjelaskan bahwa SWN 2026 menghadirkan 45 IKM unggulan dari berbagai daerah yang menampilkan produk tenun, songket, batik, aksesori, dan aneka produk kriya khas Indonesia.
“Pameran ini menjadi ruang bagi para perajin untuk memperluas jejaring usaha, memperkenalkan karya terbaiknya, sekaligus mengangkat nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk,” ujar Reni.
Selain pameran produk unggulan, SWN 2026 juga menghadirkan berbagai Workshop Kreasi Wastra yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar langsung mengolah dan mengembangkan produk berbasis wastra menjadi karya kreatif bernilai tambah.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menilai kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif yang penting bagi generasi muda. Menurutnya, regenerasi perajin menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat daya saing industri kreatif nasional.
Melalui penyelenggaraan SWN 2026, Kemenperin berharap apresiasi masyarakat terhadap produk wastra dan kriya Indonesia semakin meningkat, sehingga warisan budaya Nusantara tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi bangsa.









