Gempa Sulut, Banjir Sumut, dan Karhutla Aceh Masih Jadi Perhatian di Awal Pekan

0
139
Karhutla
Visual wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Aceh Barat pada Senin, 8 Juni 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam periode 8–9 Juni 2026, mulai dari gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Sulawesi Utara, banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat.

Pemutakhiran data BNPB menunjukkan bahwa gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6) masih diikuti gempa-gempa susulan berkekuatan kecil hingga Selasa pagi. Dampak paling signifikan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di wilayah tersebut, sebanyak 1.160 warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing seiring membaiknya kondisi. Pasokan listrik juga berangsur normal, meskipun sejumlah pulau terluar yang berada dekat episentrum gempa masih mengalami gangguan.

Kerusakan akibat gempa di Kabupaten Kepulauan Sangihe meliputi 54 rumah rusak berat, 21 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan. Selain itu, dua gereja, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru turut mengalami kerusakan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Talaud, gempa menyebabkan kerusakan pada 12 rumah, satu rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan. Sebanyak 12 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut.

Adapun di Kabupaten Minahasa Utara, kerusakan tercatat pada satu unit gedung gereja dan satu fasilitas pendidikan.

Selain gempa bumi, BNPB juga melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Batang Serangan menyebabkan genangan setinggi 50 hingga 80 sentimeter di Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban.

Banjir tersebut berdampak pada 2.706 kepala keluarga. Beruntung, genangan mulai surut pada sore hari sehingga aktivitas warga perlahan kembali normal.

Di wilayah barat Indonesia, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian serius. Karhutla yang terjadi di Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, sejak akhir Mei lalu hingga kini masih dalam proses pemadaman.

Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare, dengan sekitar separuh area telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Untuk mempercepat penanganan, BNPB telah mengerahkan satu unit helikopter water bombing yang beroperasi sejak 7 Juni 2026.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi selama masa peralihan musim. Ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai aktivitas vulkanik. Hingga 9 Juni 2026, terdapat empat gunung api berstatus Siaga, yakni Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Gunung Awu di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

BNPB mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi otoritas terkait, menghindari kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan, menyiapkan tas siaga bencana, serta terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG guna mengantisipasi risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.