Program Strategis TNI: Listrik Masuk Papua Tembus 200 Desa, Jembatan Garuda Hampir 2.000 Titik

0
55
Program Strategis TNI
Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan TNI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI Agus Subiyanto bersama jajaran pimpinan TNI di Istana Merdeka, Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan berbagai program strategis TNI yang mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, KSAL Muhammad Ali, serta KSAU M. Tonny Harjono. Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menurut Seskab Teddy, Panglima TNI dan para Kepala Staf melaporkan sejumlah capaian program yang tidak hanya mendukung tugas pertahanan negara, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah program listrik masuk Papua yang dijalankan TNI Angkatan Darat. Program tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dan kini telah menghadirkan akses listrik bagi lebih dari 200 desa, terutama di wilayah pegunungan Papua yang selama ini sulit dijangkau.

Selain itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa di berbagai wilayah Indonesia juga terus berkembang. Hingga pertengahan tahun 2026, jumlah titik pembangunan jembatan tersebut telah mendekati 2.000 lokasi, memperkuat konektivitas masyarakat di daerah terpencil.

TNI juga terus memperluas program pipanisasi dan pembangunan sumur bor untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Hingga Juni 2026, jumlah pembangunan fasilitas air bersih tersebut telah mendekati 2.000 titik dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga di berbagai daerah.

Selain membahas program untuk masyarakat, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak turut melaporkan perkembangan program peningkatan kesejahteraan prajurit. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapan personel dalam menjalankan tugas pertahanan negara di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui berbagai program strategis tersebut, TNI terus menunjukkan kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga berperan aktif memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok Nusantara.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat, termasuk di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal Indonesia.