JAKIM 2026 Pecahkan Rekor 45 Ribu Pelari, Jakarta Kian Mantap sebagai Destinasi Sport Tourism Asia Tenggara

0
202
Foto: Kemenpora

(VIbizmedia – Jakarta) BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 mencatatkan rekor partisipasi dengan melibatkan sekitar 45 ribu pelari dari dalam dan luar negeri. Lonjakan jumlah peserta ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu destinasi sport tourism di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menilai ajang JAKIM 2026 menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu memberikan dampak ganda, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi.

“BTN Jakarta International Marathon 2026 merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat semakin mengedepankan pola hidup sehat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan industri olahraga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, olahraga kini telah bertransformasi dari sekadar aktivitas rekreasi atau kompetisi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Hal ini tercermin dari tren peningkatan jumlah peserta dalam berbagai ajang lari di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JAKIM menghadirkan puluhan ribu peserta dari berbagai kategori lomba. Khusus kategori full marathon, tercatat sebanyak 8.000 pelari ikut ambil bagian, menjadikannya salah satu event marathon terbesar di Indonesia.

Daya tarik internasional JAKIM juga semakin kuat. Sebanyak 1.012 pelari asing turut berpartisipasi, dengan dominasi peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

Tidak hanya itu, ajang ini juga diramaikan oleh sejumlah atlet elite dunia, termasuk pelari dari Kenya, Ethiopia, dan Jepang yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga lari jarak jauh.

Menpora Erick yang hadir langsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, turut melepas peserta kategori full marathon. Ia mengingatkan para pelari untuk tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama perlombaan.

“Kepada seluruh peserta, selamat berlari. Pastikan kesehatan dan keselamatan tetap terjaga. Yang terpenting adalah memulai dan menyelesaikan lomba dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Lebih jauh, ajang marathon dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis olahraga. Kehadiran puluhan ribu peserta, wisatawan, serta komunitas olahraga diyakini mampu menghidupkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro dan kecil.

Pemerintah pun mendorong penyelenggaraan event olahraga berskala internasional secara berkelanjutan agar dampak ekonominya semakin luas, sekaligus meningkatkan citra Indonesia di tingkat global.

Dalam jangka panjang, Menpora mengusulkan penguatan kolaborasi regional melalui penyelenggaraan rangkaian marathon Asia Tenggara yang melibatkan negara-negara ASEAN. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan kalender marathon internasional yang mampu menarik peserta global, sebagaimana Boston Marathon dan Tokyo Marathon.

“Harapannya, pada 2027 atau 2028, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Filipina dapat berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian marathon kawasan ASEAN,” ujarnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan hasil Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) yang digelar di Bali pada Mei 2026, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam penyelenggaraan event olahraga internasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut JAKIM sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta setiap 22 Juni. Ia menilai event ini berperan penting dalam memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ke depan, Jakarta International Marathon diharapkan terus berkembang menjadi agenda olahraga internasional yang semakin diperhitungkan. Selain itu, ajang ini juga diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia unggul serta memperkuat prestasi olahraga sebagai bagian dari peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.