Banjir Aceh Barat dan Gempa Sulawesi Tengah Jadi Fokus Penanganan Darurat

0
57
Gempa
Dampak kerusakan rumah dan infrastruktur pascagempabumi M 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang menimbulkan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (17/6/2026) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), banjir di Kabupaten Aceh Barat dan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah masih menjadi fokus utama penanganan pemerintah daerah dan tim gabungan.

Di Aceh Barat, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (15/6) menyebabkan Sungai Krueng Woyla meluap dan menggenangi permukiman warga di Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat. Sedikitnya 130 unit rumah terdampak banjir dengan total sekitar 300 jiwa terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama unsur terkait telah melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan personel, perahu karet untuk evakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.

Meski kondisi banjir berangsur surut pada Selasa (16/6), tim reaksi cepat BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi selama masa penanganan darurat.

Sementara itu, upaya penanganan pascagempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) juga terus dilakukan. Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (17/6) pukul 06.00 WIB, gempa tersebut telah berdampak pada 1.834 kepala keluarga (KK) atau 5.784 jiwa.

BNPB mencatat sebanyak 73 warga mengalami luka ringan dan tiga orang mengalami luka berat. Adapun jumlah korban meninggal dunia masih tercatat satu orang, tanpa adanya penambahan dari laporan sebelumnya.

Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Sebanyak 1.813 kepala keluarga atau 5.744 jiwa terdampak di wilayah tersebut. Selain itu, tercatat 71 warga mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.

Dari sisi kerusakan fisik, Kabupaten Sigi juga mencatat dampak yang cukup signifikan. Sebanyak 1.074 unit rumah mengalami kerusakan ringan, 110 unit rumah rusak sedang, dan 30 unit rumah rusak berat.

Hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan penanganan darurat di lapangan. Pemerintah daerah setempat juga berencana mengaktifkan Pos Komando di Desa Maku dengan memanfaatkan Kantor Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.

Selain itu, distribusi bantuan logistik terus dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa.

Di daerah lain, kondisi relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan laporan sebelumnya. Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sementara di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.

Menyikapi berbagai kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun geologi yang masih dapat terjadi.

Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai diminta untuk terus memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air. Apabila debit air meningkat hingga melewati batas aman, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri serta mengamankan dokumen penting dan barang berharga.

Terkait gempa bumi di Sulawesi Tengah, BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan pemerintah daerah, BNPB, maupun BMKG.