Bisa Ngobrol dalam 10 Bahasa, Robot Mornine Siap Jadi Asisten Layanan Berbasis AI

0
59
Mornine
Mornine. DOK: CHERY

(Vibizmedia-Nasional) Perkembangan teknologi robotika semakin mendekati kehidupan sehari-hari manusia. Chery melalui perusahaan robotik AiMOGA memperkenalkan robot humanoid bernama Mornine yang dibekali kecerdasan buatan (AI) berbasis ChatGPT dan DeepSeek. Robot ini mampu berkomunikasi dalam lebih dari 10 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Kemampuan tersebut membuat Mornine tidak hanya berfungsi sebagai robot yang dapat bergerak dan menjalankan tugas fisik, tetapi juga mampu berinteraksi secara natural dengan manusia layaknya asisten digital dalam bentuk humanoid.

Marketing Overseas Chery, Sam, menjelaskan bahwa pengembangan Mornine melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi AI guna menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih alami.

“Kami bekerja sama dengan berbagai mitra AI untuk mengembangkan kemampuan interaksi robot. Tujuannya agar robot dapat berkomunikasi secara lebih natural dan memahami kebutuhan pengguna,” ujarnya.

Salah satu keunggulan utama Mornine adalah kemampuan percakapan yang memungkinkan robot menjawab pertanyaan, memberikan informasi, hingga membantu berbagai kebutuhan layanan pelanggan. Menurut Chery, kemampuan komunikasi menjadi fondasi utama dalam pengembangan robot humanoid generasi terbaru.

“Fokus kami bukan hanya membuat robot yang bisa bergerak, tetapi juga robot yang mampu berkomunikasi dan membantu manusia dalam berbagai situasi,” kata Sam.

Dalam demonstrasinya, Mornine mampu merespons berbagai instruksi pengguna secara interaktif. Menariknya, robot ini tidak selalu membutuhkan koneksi internet untuk beroperasi.

AiMOGA menjelaskan bahwa Mornine memiliki dua mode operasi, yaitu online dan offline. Dalam mode offline, robot masih dapat menjalankan sejumlah fungsi dasar seperti menyapa pengguna, menjawab pertanyaan sederhana, melakukan gerakan yang telah diprogram, serta merespons perintah dasar.

Sementara itu, untuk menjalankan fungsi yang membutuhkan informasi terkini atau pemrosesan AI yang lebih kompleks, robot memerlukan koneksi internet.

Untuk mendukung kemampuan navigasi dan interaksi dengan lingkungan, Mornine dibekali berbagai sensor canggih, antara lain LiDAR 3D, kamera kedalaman (depth camera), kamera visual, sensor tekanan pada tangan, serta sistem navigasi berbasis sensor.

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan robot memetakan lingkungan secara real-time, mengenali objek, dan menghindari rintangan saat bergerak di area publik maupun lingkungan kerja.

Tak hanya itu, Mornine juga dilengkapi tangan dexterous dengan sensor pada setiap jari yang mampu mengontrol tekanan secara presisi. Teknologi ini memungkinkan robot memegang benda rapuh seperti telur atau makanan lunak tanpa merusaknya.

“Sensor pada tangan membantu robot mengontrol tekanan secara akurat sehingga dapat melakukan berbagai tugas yang membutuhkan ketelitian,” ujar Sam.

Chery dan AiMOGA menyiapkan Mornine untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari asisten penjualan di dealer kendaraan, petugas layanan pelanggan, robot perawat di rumah sakit, hingga pemandu dan navigator pengunjung.

Saat ini, kemampuan Mornine disebut berada pada tahap setara Level 3, yaitu mampu bekerja secara semi-mandiri dengan kemampuan navigasi dan penghindaran rintangan. Ke depan, AiMOGA menargetkan peningkatan menuju Level 4 dan Level 5 agar robot dapat memahami situasi yang lebih kompleks, mengambil keputusan secara lebih mandiri, serta berinteraksi semakin natural dengan manusia.

“Kami percaya robot humanoid akan terus berkembang. Dengan dukungan AI dan data yang semakin besar, kemampuan robot untuk memahami lingkungan dan membantu manusia akan menjadi semakin baik,” pungkas Sam.