Indonesia–Cile Perkuat Kerja Sama Dagang Lewat Optimalisasi IC-CEPA

0
65
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Perdagangan Budi Santoso bertemu dengan Menteri Luar Negeri Cile, José Francisco Pérez Mackenna, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7). Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, khususnya melalui optimalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Cile (IC-CEPA).

Usai pertemuan, Budi Santoso menyampaikan bahwa hubungan perdagangan kedua negara terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, langkah selanjutnya adalah memaksimalkan implementasi IC-CEPA guna meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar bagi Indonesia dan Cile.

Ia menegaskan, implementasi perjanjian dilakukan secara bertahap sesuai prioritas. Indonesia telah menjalankan ketentuan perdagangan barang sejak 2019 dan sektor jasa pada 2025. Sementara itu, kedua negara juga telah meluncurkan perundingan sektor investasi sejak 2024.

Budi berharap negosiasi investasi dapat dipercepat melalui pertemuan intensif, termasuk secara virtual, dengan target menghasilkan kesepakatan yang seimbang dan berorientasi jangka panjang.

Selain itu, ia menilai masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Untuk itu, diperlukan penguatan komunikasi antar pelaku usaha kedua negara. Ia mengusulkan pembentukan forum bisnis yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari Indonesia dan Cile guna mendorong kerja sama business-to-business.

Di sisi lain, Menteri José menyampaikan optimisme terhadap peningkatan perdagangan kedua negara, termasuk peluang kerja sama di sektor pendidikan teknik, farmasi, dan pengembangan teknologi hijau.

Ia juga menyatakan dukungan Cile terhadap aksesi Indonesia ke CPTPP dan OECD. Sebaliknya, Cile berharap Indonesia dapat mendukung keanggotaannya di RCEP.

Dalam catatan perdagangan, Cile menempati posisi ke-46 sebagai tujuan ekspor Indonesia dan ke-65 sebagai sumber impor. Pada periode Januari–Mei 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 226,2 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 132,1 juta.

Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan tercatat USD 535,5 juta, dengan Indonesia membukukan surplus USD 347,5 juta.

Produk ekspor utama Indonesia ke Cile meliputi kendaraan bermotor, pupuk, dan alas kaki. Adapun impor dari Cile antara lain ikan beku, bubur kayu kimia, pupuk, pati, dan anggur.