(Vibizmedia – Jakarta) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersiap memasuki tahap baru dalam transformasi layanan penyeberangan nasional dengan memberlakukan penuh (go live) kebijakan sterilisasi di enam pelabuhan utama mulai Rabu (5/8). Setelah melalui proses sosialisasi dan soft launching, kebijakan ini resmi diterapkan di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar untuk meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan fisik, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Ia menyebut, implementasi penuh ini diharapkan dapat memperkuat keandalan layanan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Menjelang penerapan, ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi, pemasangan rambu dan informasi, pendataan berbasis Face Recognition, optimalisasi One Gate System (OGS), distribusi alat pelindung diri seperti rompi dan helm, hingga pengaturan arus kendaraan dan penguatan patroli serta sistem pengawasan.
Penataan dilakukan menyesuaikan karakteristik masing-masing pelabuhan. Di Merak, pembenahan dilakukan secara menyeluruh, termasuk penertiban aktivitas, pendataan ulang pihak yang beroperasi, penataan pedagang, serta peningkatan fasilitas seperti pagar, CCTV, penerangan, dan pos pengawasan.
Di Bakauheni, fokus diarahkan pada pengaturan lalu lintas kendaraan dan penyediaan kantong parkir roda dua. Untuk lintasan Ketapang–Gilimanuk, peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, serta patroli rutin menjadi prioritas.
Sementara itu, Pelabuhan Kayangan membatasi kendaraan operasional roda dua milik perusahaan pelayaran guna meningkatkan ketertiban, sedangkan Pelabuhan Lembar memperketat akses dengan penggunaan rompi identitas dan sistem Face Recognition.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan bahwa keberhasilan kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi antara regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, dukungan berbagai pihak mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan nyaman.
ASDP optimistis langkah sterilisasi ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi layanan penyeberangan nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi penyeberangan yang semakin profesional, aman, dan berstandar internasional.









