Empat Wilayah Dilanda Karhutla, 16 Hektare Lahan Terbakar

0
59
Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 16 hektare lahan terbakar di empat kabupaten, yakni Sragen, Sidenreng Rappang, Cianjur, dan Trenggalek.

Laporan kejadian yang dihimpun hingga Rabu (12/8) pukul 07.00 WIB menunjukkan seluruh titik kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, pada Selasa (11/8). Titik api terpantau membakar sekitar lima hektare lahan. BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Api terpantau sekitar pukul 12.15 WITA pada Selasa (11/8) di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, serta Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu. Luas lahan yang terbakar mencapai tujuh hektare.

Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api pada hari yang sama. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Di Cianjur, Jawa Barat, karhutla terjadi di kawasan perbukitan Gunung Picung, tepatnya di lahan yang ditumbuhi alang-alang di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, pada Senin (10/8).

Titik api terpantau sekitar pukul 17.30 WIB dan membakar sekitar tiga hektare lahan. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Cianjur, Damkar Cianjur, Polsek Cibeber, dan masyarakat kemudian melakukan pemadaman. Pada Selasa (11/8), api dinyatakan telah padam seluruhnya.

Sementara di Trenggalek, Jawa Timur, kebakaran terjadi di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan. Warga melaporkan titik api sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (11/8).

Api menjalar ke arah lereng gunung dan membakar sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi pohon sono dan semak belukar. Petugas gabungan berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.15 WIB.

Dengan demikian, dari empat kejadian tersebut, total lahan yang terbakar mencapai 16 hektare. Meski seluruh api telah berhasil dipadamkan, potensi karhutla masih perlu diwaspadai mengingat kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan.

Selain mengancam lingkungan, karhutla dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu kesehatan masyarakat, menghambat aktivitas ekonomi, serta berdampak terhadap kehidupan sosial warga di wilayah terdampak.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas.