(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengoptimalkan penyelenggaraan Bali Tech Week (BTW) 2026 sebagai ajang untuk mempertemukan perusahaan rintisan (startup) nasional dengan investor, sekaligus mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang konkret di sektor teknologi digital.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperluas akses pendanaan dan memperkuat hubungan antara pelaku industri teknologi dengan calon investor. Salah satunya melalui Hub.id, yang dirancang untuk mempertemukan 80 perusahaan modal ventura dengan startup Indonesia.
Selain itu, terdapat Indonesia Game Development Exchange (IGDX) yang membuka peluang pertemuan antara investor dan pengembang gim nasional.
“Hub ID itu didesain adalah mempertemukan 80 venture capital dengan startup-startup Indonesia,” ujar Edwin dalam konferensi pers Road to Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Edwin, keberhasilan sebuah forum teknologi tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau diskusi yang diselenggarakan. Interaksi langsung yang memungkinkan para pelaku industri menjajaki peluang kerja sama juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Karena itu, panitia menyiapkan sesi pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting, ruang pertemuan khusus, serta berbagai kegiatan jejaring. Fasilitas ini diharapkan mempermudah investor, perusahaan teknologi, dan pelaku usaha untuk membahas potensi kemitraan secara lebih terarah.
“Bukan hanya sekadar mendengarkan speakernya, tapi adalah terjadinya one-on-one meeting yang memang kita siapkan di venue,” kata Edwin.
Kemkomdigi berharap pertemuan yang berlangsung selama Bali Tech Week dapat menghasilkan tindak lanjut berupa kesepakatan investasi, kolaborasi bisnis, maupun pengembangan proyek bersama. Dengan pendekatan tersebut, acara ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran pengetahuan, tetapi turut memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri digital nasional.
Kolaborasi dan Kepastian Regulasi Jadi Kunci
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa penguatan ekonomi digital membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah, pelaku industri, investor, inovator, perusahaan, dan komunitas perlu membangun sinergi agar ekosistem digital Indonesia semakin kompetitif dan mampu menarik investasi.
Menurut Meutya, kepercayaan investor tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah. Dukungan dan keterlibatan seluruh elemen ekosistem diperlukan untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi perkembangan inovasi.
“Ini adalah kerja-kerja kolaboratif yang memerlukan banyak pihak. Jadi yang teman-teman lihat ini salah tiga, salah empat, salah limanya yang ikut dalam giat ini. Tapi tidak hanya dari BUMN ataupun perusahaan, investor, komunitas,” ujar Meutya.
Ia mengungkapkan, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar USD99 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan sebesar 14 persen. Angka tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan industri digital nasional, sekaligus menjadi modal untuk memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor.
Meski demikian, potensi ekonomi digital perlu didukung oleh kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Pemerintah juga harus menjaga persaingan yang sehat dan memastikan perlindungan masyarakat tetap menjadi bagian dari pengembangan teknologi.
Meutya mengatakan, Bali Tech Week dapat menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap masukan dari industri dan berbagai pihak terkait dalam penyusunan regulasi. Dialog tersebut diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan lebih terukur, dapat diprediksi, dan tidak menimbulkan ketidakpastian bagi investor.
“Kami juga memastikan bahwa dalam event ini kita ingin mendapat banyak masukan mengenai regulasi. Jadi regulasi kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak termasuk industri sehingga regulasi yang akan kita keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi dan sehingga investor akan nyaman,” ujarnya.
Hadirkan 13 Agenda Ekosistem Digital
Bali Tech Week 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Kegiatan ini mengintegrasikan 13 agenda yang mencakup beragam bidang dalam ekosistem digital, mulai dari konektivitas dan keamanan siber hingga tata kelola platform, kecerdasan artifisial, serta industri gim.
Penyelenggara menargetkan kehadiran sekitar 5.000 pengunjung dari 37 negara. Partisipasi internasional tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi perusahaan teknologi Indonesia untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki pasar baru, serta membangun hubungan dengan mitra dan investor dari berbagai negara.
Melalui rangkaian kegiatan dan pertemuan bisnis yang disiapkan, Bali Tech Week 2026 diharapkan mampu mempertemukan potensi inovasi dengan peluang pendanaan dan pasar. Dukungan kolaborasi lintas sektor serta kepastian regulasi juga menjadi faktor penting agar momentum tersebut dapat mendorong pertumbuhan startup, memperkuat industri teknologi nasional, dan meningkatkan daya saing ekonomi digital Indonesia.









