Sekitar 1,5 Minggu Terendahnya, IHSG Selasa Ditutup Melemah ke Level 7.165

0
785

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Selasa sore ini (16/4), terpantau melemah tajam 122,075 poin (1,68%) ke level 7.164,807 setelah dibuka turun ke level 7.140,010.

IHSG bergerak tertekan tajam paska liburan Lebaran ke sekitar 1,5 minggu terendahnya dan searah regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah oleh kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang Israel – Iran yang dapat menaikkan inflasi global.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah tajam 2,32% atau 368 poin ke level Rp 16.208, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah rally kuat 4 hari; rally di sekitar 5 bulan tertingginya sebagai safe haven di antara panasnya situasi geopolitik Timur Tengah, serta oleh data retail sales AS yang kuat yang dapat mengurangi peluang pemangkasan bunga the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.840, serta terpantau terkoreksi tajam ke sekitar level 4 tahun terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 146,872 poin (2,02%) ke level 7.140,010. Sedangkan indeks LQ45 turun 24,677 poin (2,56%) ke level 939,049. Siang ini IHSG melemah 142,333 poin (1,95%) ke level 7.144,549. Sementara LQ45 terlihat turun 3,09% atau 29,791 poin ke level 933,935.

IHSG kemudian mendatar di zona merah dan ditutup melemah 122,075 poin (1,68%) ke level 7.164,807, sedangkan LQ45 turun 28,385 poin (2,95%) ke level 935,341. Tercatat saat ini sebanyak 165 saham naik, 457 saham turun dan 175 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam berakhir serempak melemah di tengah stensi geopolitik Timur Tengah yang panas. Sedangkan, bursa regional sore ini melemah di antaranya Straits Times yang merosot 1,65%, dan Hang Seng yang turun 2,12%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Jago (ARTO) -8,70%, Ciputra (CTRA) -7,79%, Gajah Tunggal (GJTL) -7,69%, dan Indofood CBP (ICBP) -6,68%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan tajam mengikuti sentiment regional, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah oleh kekhawatiran meningkatnya eskalasi perang Israel – Iran.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona merah searah regional, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.299 dan 7.454. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.070, dan bila tembus ke level 7.008.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group