Hasil SNBT 2024 Tunjukkan Minat pada Pendidikan Tinggi Vokasi Meningkat

0
146
Minat masyarakat atau calon mahasiswa baru pada program studi (prodi) pendidikan vokasi terus meningkat. Hal ini sebagaimana terlihat dari hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 yang diumumkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Foto: Kemendikbudristek)

(Vibizmedia – Jakarta) Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2024 yang diumumkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa minat masyarakat atau calon mahasiswa baru pada program studi (prodi) pendidikan vokasi terus meningkat.

Ganefri, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024, mengatakan peningkatan minat masyarakat atau calon mahasiswa baru pada pendidikan vokasi dapat dilihat dari beberapa indikator. Salah satu penunjuknya adalah keketatan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2024 yang didominasi oleh prodi vokasi.

Dalam keterangan tertulis pada Senin (17/6/2024), Ganefri menyatakan, keketatan itu sejalan dengan banyaknya peserta yang memilih program studi vokasi. Dengan kata lain, hal ini menunjukkan peminatan masyarakat terhadap pendidikan vokasi meningkat.

Berdasarkan hasil SNBT 2024, 20 program studi terketat pada UTBK SNBT 2024 berasal dari program studi vokasi, baik prodi D-3 dan D-4 dengan prodi terketat adalah Prodi D-3 Farmasi Universitas Sebelas Maret yakni 0,50 persen.

Ganefri menambahkan, dari 20 prodi terketat, semuanya adalah prodi vokasi, tidak ada prodi akademik. Setidaknya dengan adanya Dirjen Pendidikan Vokasi, minat masyarakat kepada vokasi ini sudah tinggi.

Ganefri melanjutkan, peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi juga dapat dilihat dari distribusi pendaftar pada SNBT 2024. Ganefri melihat meskipun masih didominasi oleh prodi vokasi yang diselenggarakan di perguruan tinggi akademik, pihaknya melihat adanya peningkatan signifikan dari lulusan SMA yang menentukan pilihan ke pendidikan vokasi bukan ke Prodi S-1 akademik. Bahkan lulusan SMA yang mendaftar ke prodi di perguruan tinggi vokasi jumlahnya mencapai lebih dari dua kali lipat dari pendaftar SMK yang diharapkan melanjutkan di PTN Vokasi.

Ia menyatakan bahwa hal ini adalah kabar baik bagi pendidikan vokasi walaupun memang mereka masih melihat rumahnya atau perguruan tinggi penyelenggara program pendidikan vokasi tersebut.