(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan belum ada rencana relokasi fasilitas produksi dua perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam sebagaimana yang ramai diberitakan belakangan ini. Kemenperin juga menegaskan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebut.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi terkait dugaan relokasi dan PHK tersebut.
“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam,” ujar Febri di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran, dua perusahaan yang diduga dimaksud dalam pemberitaan, yakni PT JAI di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih beroperasi secara normal dan tetap menjalankan kegiatan produksi seperti biasa.
Kemenperin juga telah memperoleh konfirmasi langsung dari pihak perusahaan bahwa hingga saat ini belum terdapat rencana memindahkan fasilitas produksi ke Vietnam. Selain itu, perusahaan menegaskan tidak ada pengurangan tenaga kerja maupun PHK di fasilitas produksinya di Indonesia.
“Berdasarkan hasil penelusuran, kami sementara menyimpulkan bahwa belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam serta tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada kedua perusahaan tersebut,” kata Febri.
Meski demikian, Kemenperin menilai pemberitaan mengenai relokasi dan PHK tersebut telah menimbulkan dampak terhadap aktivitas bisnis kedua perusahaan. Sejumlah buyer dan supplier disebut mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar serta komitmen perusahaan terhadap kontrak kerja sama ke depan.
“Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jawa Timur ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia,” ujar Febri.
Kedua perusahaan tersebut tercatat memiliki total investasi lebih dari Rp1,9 triliun. Besarnya nilai investasi itu mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan industri manufaktur nasional sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif Indonesia.
Pada Triwulan I Tahun 2026, PT SAI merealisasikan produksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sedangkan PT JAI memproduksi sekitar 1,6 juta unit komponen. Seluruh hasil produksi kedua perusahaan tersebut ditujukan untuk pasar ekspor, sehingga keduanya menjadi bagian penting dari rantai pasok global industri otomotif.
Untuk menjaga stabilitas sektor manufaktur nasional, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenperin untuk terus memonitor kinerja industri secara berkala serta melakukan langkah mitigasi cepat dan terukur terhadap potensi gangguan pada sektor industri.
Pemerintah, lanjut Kemenperin, akan terus berkoordinasi dengan pelaku industri guna memastikan keberlanjutan investasi, stabilitas produksi, kepastian permintaan pasar, serta perlindungan terhadap tenaga kerja industri nasional.









