Wamenkeu: Integritas, Inovasi, dan Budaya Belajar Kunci Kepercayaan Publik

0
73
Wamenkeu Juda Agung saat menghadiri Townhall Kemenkeu Satu Bali, Kamis (30 Juli). (foto: Kemenkeu)

(Vibizmedia – Economy & Business) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Bali untuk terus menjaga integritas, memperkuat inovasi, dan membangun budaya belajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar Kementerian Keuangan tetap dipercaya publik sekaligus mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas.

Pesan itu disampaikan Wamenkeu saat menghadiri Townhall Kemenkeu Satu Bali pada Kamis (30/7). Dalam kesempatan tersebut, Juda mengapresiasi soliditas dan kolaborasi antarsatuan kerja Kementerian Keuangan di Bali yang dinilai telah mencerminkan semangat Kemenkeu Satu.

“Dari empat kanwil terlihat sangat kompak. Ini menunjukkan spirit Kemenkeu Satu sudah terwujud dengan baik,” ujarnya.

Menurut Juda, kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga yang harus terus dijaga oleh seluruh insan Kementerian Keuangan. Karena itu, integritas tidak boleh dikompromikan dalam setiap pelaksanaan tugas. Tanpa integritas, kredibilitas lembaga akan menurun dan kepercayaan publik terhadap setiap kebijakan yang diambil juga akan ikut tergerus.

“Jaga integritas, ini adalah kunci yang paling penting bagi sebuah lembaga. Kalau lembaga itu tidak dipercaya, tidak ada trust terhadap lembaga itu, maka semua yang kita sampaikan tidak akan didengar oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain integritas, Juda menilai inovasi harus menjadi budaya kerja di seluruh unit organisasi. Salah satu langkah yang perlu terus diperkuat adalah percepatan transformasi digital agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efisien, dan sederhana. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi digital bukan lagi menjadi tanggung jawab segelintir orang atau unit tertentu, melainkan kompetensi yang harus dimiliki seluruh pegawai.

“Digitalisasi is a must. Sense of digital harus dimiliki oleh semua orang sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan lebih minim birokrasi,” katanya.

Ia juga menyoroti semakin besarnya peluang pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan Kementerian Keuangan. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendukung proses pengambilan kebijakan yang lebih cepat dan berbasis data.

Di tengah perubahan yang berlangsung sangat dinamis, Juda turut mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan pembelajaran berkelanjutan sebagai bagian dari budaya kerja. Menurutnya, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara konsisten agar aparatur mampu beradaptasi dengan tantangan baru, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat.

“Jangan bosan untuk belajar. Continuous learning harus menjadi budaya. Teruslah mengembangkan kompetensi, terutama di bidang yang menjadi tanggung jawab masing-masing,” pesannya.

Melalui penguatan integritas, percepatan transformasi digital, serta komitmen untuk terus belajar, Wamenkeu berharap jajaran Kementerian Keuangan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus menghadirkan layanan yang semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.